Analisis Fatwa DSN-MUI No.37/DSN-MUI/2002 tentang Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah.

Ummah, Rizalatul (2019) Analisis Fatwa DSN-MUI No.37/DSN-MUI/2002 tentang Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah. Diploma atau S1 thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SERANG BANTEN.

[img] Teks (COVER)
cover.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (21kB)
[img] Teks (ABSTRAKBA)
ABSTRAK.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (153kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (379kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (453kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (376kB)
[img] Teks (BAB IV)
BAB IV.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (294kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (152kB)
[img] Teks (DAFTAR PUSTKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (226kB)

Abstrak

Nama: Rizalatul Ummah, Nim: 151300833 Judul Skripsi: Analisis Fatwa DSN-MUI No.37/DSN-MUI/2002 tentang Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah. Pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah dilatarbelakangi karena dalam keadaan tertentu Bank dapat mengalami kelebihan likuiditas ataupun kekurangan likuiditas dalam jangka pendek yaitu kurang dari satu tahun. Bila terjadi kelebihan likuiditas Bank melakukan penempatan likuiditas untuk memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika Bank mengalami kekurangan likuiditas maka Bank memerlukan pasar uang untuk menutupi kekurangannya dalam rangka pembiayaan sehingga kegiatan oprasional bank dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu adanya pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah untuk melakukan transaksi di pasar uang. Hal ini yang melatarbelakangi adanya pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah. Berkenaan dengan pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah maka DSN-MUI mengeluarkan fatwa No.37/DSN-MUI/2002 tentang Pasar Uang Antarbank berdasarkan Prinsip Syariah. Berdasarkan latar belakang diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini, adalah: 1). Bagaimana Latar Belakang Lahirnya Fatwa DSN-MUI No.37/DSN-MUI/X/2002 Tentang Pasar Uang Antarbank berdasarkan Prinsip Syariah?. 2).Bagaimana Metode Istinbath DSN-MUI Mengeluarkan Fatwa Tentang Pasar Uang Antarbank berdasarkan Prinsip Syariah? Penelitian ini bertujuan untuk 1).Untuk Megetahui Latar Belakang DSN-MUI dalam mengeluarkan Fatwa tentang Pasar Uang Antarbank berdasarkan Prinsip Syariah. 2).Untuk Mengetahui Metode Istinbath DSN-MUI mengeluarkan Fatwa Tentang Pasar Uang Antarbank berdasarkan Prinsip Syariah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dan dalam pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan (Library research). Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bank syariah dapat mengalami kekurangan likuiditas disebabkan oleh perbedaan jangka waktu antara penerimaan dan penanaman dana atau kelebihan likuiditas yang dapat terjadi karena dana yang terhimpun belum dapat disalurkan kepada pihak yang memerlukan; bahwa dalam rangka peningkatan efisiensi pengelolaan dana, bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah memerlukan adanya pasar uang antarbank, kemudian untuk memenuhi keperluan itu, maka DSN-MUI dipandang perlu menetapkan fatwa tentang pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah.Pola istinbath DSN-MUI dalam pengambilan hukum tentang pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yaitu melalui dalil yang qathi’ (berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis untuk sesuatu masalah apabila yang ditetapkan terdapat dalam nash Al-Qur’an ataupun Hadis yang jelas) dan mendasarkan pendapat para Ulama. Apabila terdapat perbedaan di antara Ulama maka dicari titik persamaannya dan dilakukan tarjih (memilih pendapat paling kuat), jika poin pertama dan kedua tidak ada maka akan dilakukan pendekatan ilhaqi (mencari padanan kasus serupa dalam hukum Islam juga merupakan ijtihadi Ulama (hukum cabang).

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x4 Fiqh > 2x4.09 Sejarah pembinaan fiqh
Divisi: Fakultas Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 15 Mei 2019 01:37
Perubahan Terakhir: 15 Mei 2019 01:37
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/3754

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.