Pandangan Hukum Islam Terhadap Konsep Akad Musyarakah Dalam Pemanfaatan Air Bersih (Studi di Sumber Mata Air Pok Mair Baros Desa Telaga LuhurWaringinkurung

Putra, Fahmi Eka (2019) Pandangan Hukum Islam Terhadap Konsep Akad Musyarakah Dalam Pemanfaatan Air Bersih (Studi di Sumber Mata Air Pok Mair Baros Desa Telaga LuhurWaringinkurung. Diploma atau S1 thesis, UIN SMH BANTEN.

[img] Teks (COVER)
COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (117kB)
[img] Teks (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (11kB)
[img] Teks (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (13kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (350kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (346kB)
[img] Teks (BAB III)
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (301kB)
[img] Teks (BAB IV)
BAB IV.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (287kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (94kB)
[img] Teks (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (58kB)

Abstrak

Nama : Fahmi Eka Putra. NIM : 141300764. Judul : Pandangan Hukum Islam Terhadap Konsep Akad Musyarakah Dalam Pemanfaatan Air Bersih (Studi di Sumber Mata Air Pok Mair Baros Desa Telaga LuhurWaringinkurung. Musyarakah merupakan asas al-birr wa al-taqwa, asas ini merupakan asas yang mewadahi seluruh asas muamalah. Artinya segala asas dalam lingkup fiqih muamalah dilandasi dan diarahkan untuk al-birr wa al-taqwa. Menurut perspektif al-quran, al-birr wa al-taqwa merupakan faktor utama yang melandasi proses saling tolong-menolong. Jika selama ini kita ketahui bahwa praktik musyarakah hanya terbatas pada pembiayaan saja baik itu diperbankan maupun lembaga keuangan non bank, namun bagaimana jika konsep musyarakah tersebut dipraktikkan diluar pembiayaan. Seperti kasus yang terjadi di Desa Telaga Luhur Kecamatan Waringinkurung, dimana dalam kerjasama ini warga yang terlibat saling memberikan kontribusi dana yang sama. Dari latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah dalam skripsi ini sebagai berikut: 1). Bagaimana Praktik Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung ? 2). Bagaimana Konsep Akad Musyarakah Dalam Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung ? 3). Bagaimana Pandangan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung ? Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk Mengetahui Praktik Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung. 2). Untuk mengetahui Konsep Akad Musyarakah Terhadap Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung. 3). Untuk Mengetahui Pandangan Hukum Islam Terhadap Praktik Pemanfaatan Air Bersih Pok Mair Baros di Desa Telaga Luhur Waringinkurung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mengurai, menjelaskan dan menggambarkan permasalahan yang erat dengan penelitian ini. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan wawancara. Kesimpulan yang diambil dari skripsi ini adalah: 1. praktik pemanfaatan air bersih Pok Mair Baros menggunakan konsep akad musyarakah dengan menerapkan dua pola, yaitu: Pola salur pipa paralon kerumah warga, dalam pemanfaatan pola ini air disalurkan kerumah warga dan dibebankan iuran bulanan sebesar Rp. 30.000 dan Pola penggunaan air langsung pada kolam umum, dalam pemanfaatan air bersih pola ini masyarakat menggunakan langsung air pada titik sumber mata air dan dibebankan iuran bulanannya sebesar Rp. 20.000. 2. Pemanfaatan air bersih Pok Mair Baros termasuk kedalam jenis syirkah al-wujuh, artinya para mitra tidak menyetorkan modal dalam pembuatan ini, mereka hanya memanfaatkan dan menggunakan air yang sudah ada kemudian dalam setiap bulannya para mitra ini dibebankan iuran. 3. Karena dalam penetapan iuran bulanan yang disamaratakan pada masing-masing pola pemanfaatan air, namun perolehan air yang diterima berbeda, maka hal ini dianggap tidak adil. Tegasnya dalam bermusyarakah yang harus dijunjung ialah nilai kebersamaan yang menciptakan keadilan. Maka praktik tersebut belum sesuai dengan konsep musyarakah secara keseluruhan.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x4 Fiqh > 2x4.09 Sejarah pembinaan fiqh
Divisi: Fakultas Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 26 Apr 2019 02:18
Perubahan Terakhir: 26 Apr 2019 02:18
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/3659

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.