Makna Ibadah Haji(Studi Tafsīr Rūḥ al-Maʽānī)

Iqoh, Iqoh (2018) Makna Ibadah Haji(Studi Tafsīr Rūḥ al-Maʽānī). Diploma atau S1 thesis, Universitas Islam Negeri "SMH" Banten.

[img] Teks (COVER)
COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (99kB)
[img] Teks (LAMPIRAN)
LAMPIRAN DEPAN.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (666kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (243kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (586kB)
[img] Teks (BAB III)
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (419kB)
[img] Teks (BABIV)
BAB IV.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (784kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (140kB)
[img] Teks (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI n PUSTA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (35kB)

Abstrak

Haji merupakan salah satu rukun dari rukun Islam yang lima. Hukumnya wajib satu kali seumur hidup bagi seorang muslim yang merdeka, baligh, berakal dan mampu. Kewajiban haji ditekankan kepada orang-orang Islam yang memiliki kemampuan atau kesanggupan (istitha’ah) karena memang tugas itu berat dan memerlukan biaya yang tidak murah. Bagi mereka yang bertempat tinggal jauh, tidak ditolak penafsiran ulama tentang makna istitha’ah yang berarti sehat jasmani dan rohani, mampu melaksanakan perjalanan, memiliki perbekalan yang cukup, aman di perjalanan, serta khususnya aman pula di Tanah Suci. Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu terdiri dari dua poin, yaitu: (1) Apa saja ayat-ayat haji dalam Tafsīr Rūḥ al-Maʽānī .? (2) Apa makna ibadah haji menurut Tafsīr Rūḥ al-Maʽānī Berdasarkan perumusan masalah diatas maka dalam penelitian ini bertujuan antara lain: (1) Untuk mengetahui ayat-ayat haji dalam Tafsīr Rūḥ al-Maʽānī . (2) Untuk mengetahui makna ibadah haji menurut Tafsīr Rūḥ alMaʽānī. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Farmawi, hingga kini sedikitnya ada empat macam metode dalam penafsiran Alquran, yaitu tahlily, ijmaly, muqaran, dan maudhu’i. Adapun metode yang digunakan adalah metode maudhu‟i, karena metode maudhu‟ilah yang penulis anggap relevan dengan pembahasan ini karena metode maudhu‟i merupakan suatu metode tafsir yang berusaha mencari jawaban dalam Alquran tentang suatu masalah tertentu dengan jalan menghimpun seluruh ayat yang dimaksud, lalu menganalisanya lewat ilmu-ilmu bantu yang relevan dengan masalah yang di bahas, untuk melahirkan konsep yang utuh dari Alquran tentang masalah tersebut. dari berbagai literatur penafsiran al-Alusi dalam surat Al-Baqarah ayat 158, 196 dan 197 dan surat Al-Imran ayat 97, dapat ditarik inti sari yaitu “jika pelaksanan ibadah haji dilakukan dengan memenuhi syarat, rukun dan tata cara pelaksanannya, dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanannya, maka semakin meresapi pula akan sebuah nilai ibadahnya dalam kehidupan sesudahnya dan akan menjadi haji mabrur”

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x4 Fiqh > 2x4.15 Haji
2x4 Fiqh > 2x4.15 Haji > 2x4.152 Wajib haji
Divisi: Fakultas Ushuluddin, Dakwah Dan Adab > Ilmu Alquran Dan Tafsir
User Penyetor: Tina
Tanggal Disetorkan: 12 Nov 2018 04:07
Perubahan Terakhir: 12 Nov 2018 04:07
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/2818

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.