Fahrezi, Fadlan Sutan (2025) Nilai-nilai Moral pada Pembelajaran Pencak Silat: Studi Kasus Perguruan Terumbu Banten. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_AFI_211310012_Cover.pdf Download (497kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Bab I.pdf Download (458kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (480kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (477kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (753kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Bab V.pdf Download (185kB) |
|
|
Teks
S_AFI_211310012_Daftar Pustaka.pdf Download (433kB) |
Abstrak
Tingginya angka kekerasan di Provinsi Banten menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pendidikan karakter yang efektif dan berbasis nilai-nilai lokal. Salah satu wahana potensial dalam membentuk karakter generasi muda adalah melalui kesenian bela diri tradisional, seperti pencak silat. Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten menjadi salah satu entitas kebudayaan yang tidak hanya melestarikan warisan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral seperti disiplin, tanggung jawab, kesederhanaan, dan penghormatan. Dalam konteks ini, pencak silat berfungsi sebagai media pendidikan informal yang menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik sosial yang berulang dan bermakna. Penelitian ini berangkat dari dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) Apa yang ditanamkan dalam Perguruan Pencak Silat Terumbu dan (2) Apa saja nilai filosofis yang terkandung dalam tiap gerakan Pencak Silat Terumbu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, pelatih, murid senior, murid junior, serta orang tua anggota. Data dianalisis menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu untuk memahami bagaimana nilai nilai moral terbentuk dan direproduksi dalam struktur sosial perguruan silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moral tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi juga melalui kebiasaan, simbol, dan relasi sosial yang terstruktur. Disiplin dibentuk melalui jadwal latihan yang ketat, tanggung jawab ditanamkan dalam kerja sama latihan berpasangan, dan rasa hormat direalisasikan dalam ritual salam, sungkem, serta sikap terhadap guru dan senior. Habitus para peserta didik terbentuk melalui pembiasaan nilai dalam konteks latihan dan kehidupan sehari-hari, menjadikan perguruan ini sebagai arena efektif untuk pembentukan karakter generasi muda di tengah arus modernitas.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pencak silat, pendidikan karakter, nilai moral, habitus, terumbu banten |
| Subjek: | 700 Seni > 790 Olahraga, permainan & hiburan > 796 Athletic & outdoor olahraga & permainan |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 24 Aug 2026 06:15 |
| Perubahan Terakhir: | 24 Aug 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/19141 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
