Identifikasi Ketinggian Maksimum dan Waktu Tiba Gelombang Tsunami Akibat Sumber Gempa Seram Fault Thrust Belt (Seram FTB) dan Aru Through di Wilayah Pulau Seram Maluku

Asih, Kumala Asih (2025) Identifikasi Ketinggian Maksimum dan Waktu Tiba Gelombang Tsunami Akibat Sumber Gempa Seram Fault Thrust Belt (Seram FTB) dan Aru Through di Wilayah Pulau Seram Maluku. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
T_SII_232631213_Judul.pdf

Download (110kB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Lampiran Depan.pdf

Download (1MB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab I.pdf

Download (257kB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (674kB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (228kB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab V.pdf

Download (188kB)
[img] Teks
T_SII_232631213_Bab V.pdf

Download (188kB)

Abstrak

Wilayah Pulau Seram di Provinsi Maluku merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap gempa bumi dan tsunami karena berada pada zona interaksi tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketinggian maksimum dan waktu tiba gelombang tsunami akibat dua skenario sumber gempa tektonik, yaitu Seram Fault Thrust Belt (Seram FTB, M8,2) dan Aru Through (M7,4), melalui pemodelan numerik menggunakan software COMCOT. Data yang digunakan meliputi parameter sumber gempa (strike, dip, rake, panjang patahan, lebar patahan, dan displacement) yang dihitung menggunakan scalling law, dan data media penjalaran berupa batimetri (BATNAS) serta topografi (DEMNAS). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa skenario Seram FTB menghasilkan ketinggian maksimum tsunami yang lebih signifikan dibanding Aru Through, yaitu mencapai lebih dari 6 meter di sejumlah desa pesisir. Kondisi ini menunjukkan potensi kerusakan yang tinggi pada beberapa wilayah di utara dan timur Pulau Seram, dengan waktu tiba gelombang dapat mencapai pesisir tertentu dalam waktu kurang dari 10 menit, sedangkan wilayah selatan dan barat menerima gelombang pada rentang 30-60 menit. Sementara itu, skenario Aru Through menghasilkan ketinggian maksimum yang lebih kecil dibanding Seram FTB, yaitu 0,6 meter dengan amplifikasi lokal di pesisir selatan dan tenggara Seram akibat bentuk batimetri cekungan Laut Banda. Waktu tibanya bervariasi antara 20-150 menit, dengan gelombang lebih awal sampai di pesisir selatan Seram. Secara kesuluruhan, kedua skenario menunjukkan bahwa Pulau Seram memiliki tingkat kerentanan tsunami yang tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam mitigasi bencana, perencanaan jalur evakuasi, dan penataan ruang pesisir untuk mengurangi risiko serta dampak tsunami di masa mendatang.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Tsunami modeling, Seram FTB, Aru Through, COMCOT software, maximum wave height, tsunami arrival time, Seram Island.
Subjek: 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 530 Fisika
Divisi: Fakultas Saintek > Fisika
User Penyetor: SIP irfan chudri halim
Tanggal Disetorkan: 04 Aug 2026 04:03
Perubahan Terakhir: 04 Aug 2026 04:04
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18967

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.