Maab, Muhammad Husnul (2025) Kontekstualisasi Penafsiran Politik Identitas di Era Reformasi (Studi atas Pemikiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_IAT_211320027_Judul.pdf Download (140kB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Bab I.pdf Download (499kB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Bab II.pdf Download (312kB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Bab III.pdf Download (252kB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Bab IV.pdf Download (550kB) |
|
|
Teks
S_211320027_Bab V.pdf Download (155kB) |
|
|
Teks
S_IAT_211320027_Daftar Pustaka.pdf Download (232kB) |
Abstrak
Politik identitas merupakan fenomena sosial-politik yang kerap muncul di Indonesia. Fenomena ini merujuk pada penggunaan identitas kelompok seperti agama, etnis, dan budaya sebagai alat perjuangan politik untuk memperoleh kekuasaan, memperjuangkan representasi, atau membela kepentingan tertentu. Dalam konteks era Reformasi, politik identitas semakin menonjol dan memengaruhi dinamika politik nasional, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Kontekstualisasi Penafsiran Politik Identitas di Era Reformasi (Studi atas penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar)”. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pandangan Buya Hamka, khususnya melalui Tafsir Al-Azhar, memberikan pemahaman terhadap politik identitas dan relevansinya dalam kehidupan politik Indonesia masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data utama berupa Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku ilmiah, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui metode tematik dan analisis isi untuk mengkaji prinsip-prinsip utama yang ditekankan Buya Hamka, seperti iman, persatuan, keadilan, integritas, dan toleransi sebagai dasar menyikapi politik identitas. Pendekatan tafsir kontekstual digunakan untuk menjembatani pesan Al-Qur‟an dengan realitas sosial-politik Indonesia saat ini, sehingga menghasilkan pemahaman yang dinamis dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas menurut Buya Hamka dapat diterima selama berlandaskan pada nilai-nilai Islam, khususnya keadilan, moralitas, dan persatuan. Penafsirannya menawarkan pendekatan yang holistik, yang menekankan keseimbangan antara tanggung jawab spiritual, sosial, dan kebangsaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam menyikapi politik identitas, agar tidak menimbulkan perpecahan, melainkan memperkuat kohesi sosial dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Politik Identitas, Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, Reformasi, Tafsir Kontekstual |
| Subjek: | 2x6 Sosial Budaya Islam > 2x6.2 Organisasi Politik Islam |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| User Penyetor: | SIP irfan chudri halim |
| Tanggal Disetorkan: | 29 Jul 2026 04:35 |
| Perubahan Terakhir: | 05 Aug 2026 02:06 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18938 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
