Mardikari, Dedi (2025) Evaluasi Kinerja Bisnis Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Banten menggunakan Data Envelopment Analisis (DEA). Magister thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
T_ES_232641221_Cover.pdf Download (123kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Bab I.pdf Download (356kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (513kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (317kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (631kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Bab V.pdf Download (190kB) |
|
|
Teks
T_ES_232641221_Daftar Pustaka.pdf Download (185kB) |
Abstrak
Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten. Namun demikian, tantangan efisiensi operasional, keterbatasan modal, persaingan dari lembaga keuangan lain, serta dampak dari pandemi COVID-19, menimbulkan kesenjangan kinerja antar BPRS di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat evaluasi kinerja BPRS (di Provinsi Banten dari tahun 2020 – 2024 dengan menggunakan Metode DEA (Data Envelopment Analysis) dan untuk mengetahui perbandingan tingkat kinerjaa bisnis BPRS dengan menggunakan Metode DEA pada tahun 2020 – 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif Evaluatif dengan data sekunder dari laporan keuangan publikasi OJK, di mana variabel input yang digunakan adalah total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan beban operasional, sementara variabel output terdiri dari pembiayaan dan pendapatan operasional. Data diperoleh dari laporan keuangan sembilan BPRS di Provinsi Banten yang bersumber dari OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Wakalumi adalah satu-satunya BPRS yang mencapai efisiensi teknis sempurna secara konsisten berdasarkan metode DEA dengan pendekatan intermediasi. Beberapa BPRS lain seperti Attaqwa, HIK Ciledug, dan Mustindo juga menunjukkan efisiensi tinggi, sedangkan Muamalah Cilegon, Cilegon Mandiri, dan Mulia Berkah Abadi tergolong belum efisien. Sedangkan efisiensi teknis tidak selalu sejalan dengan profitabilitas. BPRS Muamalah Cilegon, meski tidak efisien, mencatat profitabilitas tertinggi, sementara BPRS Wakalumi yang sangat efisien justru mencatatkan laba rendah. BPRS HIK berhasil menunjukkan sinergi antara efisiensi dan profitabilitas, sedangkan Attaqwa dan Mustindo meskipun efisien, mengalami kerugian. Kesimpulannya, penilaian efisiensi teknis perlu dilengkapi dengan analisis profitabilitas untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kinerja BPRS. Efisiensi adalah fondasi penting, namun profitabilitas bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, dan pengelolaan aset yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan evaluasi yang integratif antara efisiensi teknis dan indikator keuangan. Efisiensi menjadi landasan kinerja operasional, namun pencapaian profitabilitas sangat bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, serta kualitas pengelolaan aset dan pembiayaan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | BPRS, evaluasi efisiensi, DEA, provinsi banten |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.2 Muamalah > 2x4.27 Bank |
| Divisi: | Magister > Ekonomi Syari'ah |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 26 Feb 2026 03:33 |
| Perubahan Terakhir: | 26 Feb 2026 03:35 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18285 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
