Agustin, Novia (2025) Pandangan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang Terhadap Isu-isu Pelecehan Seksual. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_KPI_211330050_COVER.pdf Download (304kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_BAB I.pdf Download (357kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (926kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (145kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_BAB V.pdf Download (132kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330050_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (249kB) |
Abstrak
Pelecehan seksual adalah masalah yang semakin marak terjadi di masyarakat termasuk Kota Serang. Isu-isu pelecehan seksual ini tidak hanya memberikan dampak fisik dan psikologis pada korban serta dapat menimbulkan keresahan sosial dan moral di masyarakat. Sebagai lembaga keagamaan Majelis Ulama Indonesia kota Serang memandang fenomena ini melalui pendekatan keagamaan dan sosial. Oleh karena itu, sangat penting untuk meneliti bagaimana Pandangan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang Terhadap Isu-isu pelecehan seksual yang marak terjadi di Kota Serang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Majelis Ulama Indonesia Kota Serang mendefinisikan pelecehan seksual (verbal, non-verbal, fisik dan digital)?, 2) Bagaimana Pandangan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang terhadap isu-isu pelecehan seksual?, 3) Faktor apa yang menjadi hambatan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang dalam sosialisasi dan implementasi pandangan tersebut?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Bagaimana Majelis Ulama Indonesia Kota Serang mendefinisikan pelecehan seksual (verbal, non-verbal, fisik dan digital), 2) Bagaimana Pandangan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang terhadap isu-isu pelecehan seksual, dan 3) Faktor apa yang menjadi hambatan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang dalam sosialisasi dan implementasi pandangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Data dianalisis dengan menggunakan Teori konstruksi sosial Berger & Luckmann, Teori Komunikasi Organisasi, Penelitian dilaksanakan pada Januari - Mei 2025. Jumlah responden dalam penelitian adalah 5 orang pengurus dan anggota. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ulama Indonesia Kota Serang menganggap pelecehan seksual sebagai perbuatan dosa besar yang melanggar hukum negara, norma sosial, dan syariat islam. Pandangan ini didasarkan pada Al-Qur’an, Hadist, dan fatwa MUI, khususnya fatwa MUI No. 23 tahun 2021 tentang kekerasan seksual. MUI Kota Serang menggunakan strategi keagamaan melalui dakwah, ceramah, dan imbauan moral. Namun demikian, MUI Kota Serang menghadapi masalah seperti kekurangan sumber daya, stigma sosial terhadap korban, dan resistensi masyarakat.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | MUI Kota Serang, Pelecehan Seksual, Pandangan. |
| Subjek: | 2x7 Filsafat dan perkembangannya > 2x7.2 Da’wah Islam |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 10 Feb 2026 03:25 |
| Perubahan Terakhir: | 10 Feb 2026 03:25 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18174 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
