Halyunnisa, Halyunnisa (2023) Ibrah Dialog Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Al-Qur'an (Kajian Kitab Al-Jami' Li Ahkam Al-Qur'an Karya Al-Qurtubi dalam Surah Al-Kahfi Ayat 60-82). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_Cover.pdf Download (392kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_Lampiran Depan.pdf Download (765kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_BAB I.pdf Download (545kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (550kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (889kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (679kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_BAB V.pdf Download (152kB) |
![]() |
Teks
S_IAT_191320085_Daftar Pustaka.pdf Download (146kB) |
Abstrak
Al-Qur’ān memiliki cara tersendiri untuk memecahkan masalah, mencari solusi dan menghadapi semua masalah yang harus dihadapi. Al Qur’an diturunkan dengan tujuan untuk mencakup tiga aspek, yaitu Syariah, Ibadat serta Aqidah. Selain ketiga aspek tersebut, Al-Qur’ān juga memuat Peringatan, konsekuensi atau akibat dan hukuman, serta kisah-kisah sejarah dan hikmah dari kisah-kisah tersebut. Penelitian ini mengkaji salah satu kisah dalam Al-Qur’ān yakni kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang termaktub alam Al-Qur’ān surat Al-Kahfi ayat 60-82 perspektif tafsir Al-Jāmi ’ Lī Ahkām Al-Qur’ān. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan dalam penelitian ini adalah: pertama, Bagaimana Dialog Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 dalam Tafsīr Al-Jamī’ Lī Aḥkam Al-Qur’ān? kedua, Apa Ibrah yang dapat diambil dari Dialog Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 dalam Tafsīr Al-Jamī’ Lī Aḥkam Al-Qur’ān? Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa: 1). Dari dialog yang terjadi antara Nabi Musa dan Nabi Khidir terjadi 3 peristiwa beserta konsekuensinya, yang pertama yaitu konsekuensi dari dilobanginya perahu itu adalah para wali dibolehkan untuk mengurangi harta anak yatim jika harta anak yatim itu khawatir menimbulkan ketidakadilan. yang kedua, konsekuensi dari membunuh anak kecil, yaitu: jika anak itu hidup sampai dewasa, kelak nanti anak itu dia akan mendorong kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran. Yang ketiga, konsekuensi dari peristiwa memperbaiki dinding yang roboh itu adalah karena dibawah dinding tersebut ada harta mereka, karena ayah mereka seorang yang shaleh maka Allah selalu menjaganya dengan cara merobohkan dinding tersebut. 2). Ibrah atau hikmah yang dapat kita ambil dari Dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir tersebut yaitu tawakal, tawadhu, sabar, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
---|---|
Kata Kunci (keywords): | dialog, Nabi Musa dan Khidir, Al-Qurṭubī |
Subjek: | 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.4 Kumpulan ayat-ayat dan surat-surat tertentu |
Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Ilmu Alquran dan Tafsir |
User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
Tanggal Disetorkan: | 18 Mar 2025 02:51 |
Perubahan Terakhir: | 18 Mar 2025 02:51 |
URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/16615 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |