Hendriyawan, Hendriyawan (2025) Kajian Dinamika Populasi Anggrek Hantu Studi Kasus(Didymoplexis pallens Griff.) di Kebun Raya Bogor. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Cover.pdf Download (188kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Lampiran Depan.pdf Download (675kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Bab I.pdf Download (98kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (385kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (453kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (466kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Bab V.pdf Download (88kB) |
![]() |
Teks
S_BIO_201710048_Daftar Pustaka.pdf Download (228kB) |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika populasi anggrek hantu di Kebun Raya Bogor pada tahun 2019, 2023, dan 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu secara deskriftif kuantitatif, yaitu melakukan pengamatan dan menganalisis populasi anggrek hantu di Kebun Raya Bogor, dengan menggunakan plot 2 x 5 meter dan parameter abiotik yang diukur meliputi: RH tanah, (kelembaban relatif) RH udara, suhu, ketebalan seresah, pH tanah dan tutupan kanopi. Hasil analisis uji chi-square nilai P-value adalah 0,00 lebih kecil dari nilai alfa yaitu 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima adanya perbedaan populasi anggrek hantu pada tahun 2019. Populasi anggrek hantu pada tahun 2019 berjumlah 598 individu anggrek, menunjukkan penurunan yang signifikan sekitar 90,5 % dibandingkan dengan tahun 2023, berjumlah 57 individu anggrek dan 2024 berjumlah 57 individu anggrek yang sama. Komponen utama abiotik yang dominan mempengaruhi populasi anggrek hantu dari hasil uji analisis PCA yaitu komponen pertama yang terdiri dari RH tanah, RH udara, suhu, dan ketebalan seresah memiliki nilai (positif). Faktor lainnya pH tanah (negatif) dan tutupan kanopi memiliki nilai (positif). Penelitian sebelumnya tahun 2019 komponen pertama terdiri dari tutupan kanopi, kelembaban udara, ketebalan seresah dan suhu memiliki nilai (positif), faktor lainnya seperti kelembaban tanah, dan suhu memiliki nilai (negatif). Konservasi ex-situ yang tepat dilakukan untuk pelestarian anggrek hantu dengan melakukan perbanyakan populasi bambu yang menjadi habitat tumbuhnya anggrek hantu, dokumentasi anggrek hantu sebagai informasi literatur dan domestikasi yang dapat dilakukan sebagai langkah konservasi dalam menyelamatkan anggrek spesies lokal yakni sebagai tindakan preventif menyelamatkan anggrek dari perubahan iklim dan degradasi hutan. Serta untuk menyediakan sumber daya genetik dalam mengembangkan anggrek varietas baru di Kebun Raya Bogor.
Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
---|---|
Kata Kunci (keywords): | Didymoplexis pallens Griff, Kebun Raya Bogor, anggrek hantu |
Subjek: | 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 580 Tanaman (Botani) > 584 monokotil > 584.4 Orchidales |
Divisi: | Fakultas Saintek > Biologi |
User Penyetor: | S.S.I Fadhilah Nurinsani Hidayat |
Tanggal Disetorkan: | 25 Feb 2025 08:02 |
Perubahan Terakhir: | 25 Feb 2025 08:02 |
URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/16467 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |