ANALISIS DETERMINAN TENAGA KERJA, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TAHUN 1984-2012

APRADINA, SISKA (2017) ANALISIS DETERMINAN TENAGA KERJA, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TAHUN 1984-2012. Magister thesis, Universitas Islam Negeri "Sultan Maulana Hasanuddin" Banten.

[img] Teks (COVER)
COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (4kB)
[img] Teks (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (83kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB 1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (256kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (441kB)
[img] Teks (BAB III)
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (390kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (96kB)
[img] Teks (DAFTAR RIWAYAT HIDUP)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (107kB)

Abstrak

Pembangunan Ekonomi adalah proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari seberapa besar peningkatan dari pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Yang dimaksud pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perokonomian yang di wujudkan dalam kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila mengalami peningkatan PDB riil di suatu negara. Perekonomian Indonesia mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi perekonomian dunia. Pendapatan nasional sebagai tolak ukur pertumbuhan ekonomi memperlihatkan pertumbuhan yang fluktuatif. Kondisi perekonomian Indonesia sebagai negara sedang berkembang belum mencapai kondisi steady state dimana suatu perekonomian sudah berada dalam keadaan stabil dan tidak mudah terkena goncangan. Dari uraian di atas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1). Bagaimana tingkat determinasi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan PMDN secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia? 2). Bagaimana determinasi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan PMDN ditinjau dari sudut pandang Islam terhadap pertumbuhan ekonomi? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Tingkat determinasi tenaga kerja secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 2) Tingkat determinasi pengeluaran pemerintah secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 3) Tingkat determinasi PMDN secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 4) Tingkat determinasi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan PMDN ditinjau dari sudut pandang Islam secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi Metode yang digunakan yaitu data kuantitatif, penelitian ini menggunakan data runtut waktu tahun 1984-2012 dan menggunakan analisa regresi “Ordinary Least Square” (OLS) dengan bantuan perangkat lunak Eviews 9. Dari hasil analisis dan pembahasan diketahui bahwa tingkat determinasi tenaga kerja secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1984-2012 diperoleh nilai thitung sebesar -2,078478 < ttabel sebesar 1,705 artinya Ho diterima atau tidak signifikan, hal ini berarti kenaikan dari tenaga kerja sebesar 1000 orang tidak menyebabkan kenaikan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tingkat determinasi pengeluaran pemerintah secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1984-2012 diperoleh nilai thitung sebesar 2,2447570 > ttabel sebesar 1,705 artinya Ho ditolak atau signifikan, hal ini berarti setiap kenaikan pengeluaran pemerintah sebesar 1 milyar rupiah maka akan menyebabkan kenaikan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa semakin besar pengeluaran pemerintah di Indonesia akan berdampak pada semakin tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tingkat determinasi PMDN secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1984- 2012 diperoleh nilai thitung sebesar 0,701760 < ttabel sebesar 1,705 artinya Ho diterima atau tidak signifikan, hal ini berarti setiap kenaikan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 1 milyar rupiah tidak menyebabkan kenaikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penanaman modal dalam negeri (PMDN) akan berdampak pada semakin tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sedangkan tingkat determinasi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan PMDN secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1984-2012 diperoleh nilai R 2 sebesar 0,309187 atau 30,9187%. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 30,9187% variabel independen yang berupa tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan PMDN mempunyai pengaruh 30.9187% terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1984-2012, sedangkan sisanya sebesar 06,90813% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tesebut, asumsi saya agar pembangunan manusia harus mendahului atau menyertai pertumbuhan ekonomi agar menghasilkan pola/siklus pembangunan yang virtuous Tingkat determinasi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) ditinjau dari sudut pandang Islam secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam, ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Tujuan dari ekonomi Islam yaitu, penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya, tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). Dalam ekonomi Islam memiliki prinsip yaitu, berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah SWT kepada manusia, Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu, Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama, ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja, ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang, seorang muslim harus takut kepada Allah SWT dan hari penentuan di akhirat nanti, zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab), Islam melarang riba dalam segala bentuk.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister)
Kata Kunci (keywords): pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, belanja negara, PMDN
Subjek: 300 Ilmu Sosial, Sosiologi & Antropologi > 330 Ekonomi
Divisi: Pascasarjana
User Penyetor: S.I.IP AINUN NAJAH
Tanggal Disetorkan: 29 Des 2017 09:25
Perubahan Terakhir: 29 Des 2017 09:25
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/1497

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.