KONSEP AHLI WARIS RADD MENURUT MUHAMMAD ALI AL SHABUNI DAN HUKUM WARIS ISLAM (STUDI KOMPERATIF)

MASKUROH, YOYOH (2017) KONSEP AHLI WARIS RADD MENURUT MUHAMMAD ALI AL SHABUNI DAN HUKUM WARIS ISLAM (STUDI KOMPERATIF). Diploma atau S1 thesis, Uin Sultan Maulana Hasanudin Banten.

[img] Teks (COVER)
COVER DAN DAFTAR ISI.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (216kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB 1 B5.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (257kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II B5.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (198kB)
[img] Teks (BAB III)
BAB III B5.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (446kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V B5.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (83kB)

Abstrak

Ilmu faraidh adalah kaidah-kaidah dan pokok-pokok yang membahas tentang para ahli waris, Bagian-bagian yang telah ditentukan bagi mereka (ahli waris), dan cara membagikan harta peninggalan kepada (ahli waris) yang berhak menerimanya, setelah kematian (pewaris) nya karena ada hubungan kekerabatan atau lainnya. Perumusan maslahnya adalah : Bagaimana ahli waris radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni ? Bagaimana cara penghitungan dan penyelesaiaan waris radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni dan Hukum Waris Islam ? Bagaimana perbandingan waris radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni dan Hukum Waris Islam ? Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui ahli waris radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni, Untuk mengetahui cara penghitungan dan penyelesaian radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni dan Hukum Waris Islam, Untuk mengetahui letak perbandingan waris radd menurut Muhammad Ali Al Shabuni dan Hukum Waris Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) atau menggunakan pendekatan model kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman, karena data yang dibutuhkan dari penulisan skripsi ini yaitu dengan mencari buku-buku sebagai sumber datanya atau data penelitian dari penulisan skripsi ini yaitu dengan mencari data pustaka atau dokumen. Kesimpulannya bahwa menurut Muhammad Ali Al Shabuni ahli waris ash hab al furudh yang berhak mendapatkan sisa harta dalam masalah rad ada delapan orang, yaitu anak perempuan, cucu perempuan dari anak lakilaki, saudara perempuan sekandung, saudara perempuan seayah, ibu, nenek yang sahih, saudara perempuan seibu, dan saudara laki-laki seibu. Cara penyelesainnya yaitu, sebagian suami atau istri diserahkan terlebih dahulu kemudian sisa harta setelah diserahkan kepada suami atau istri dikembalikan kepada ahli waris yang lain. Berbeda dengan pendapat hukum islam yang di kemukakan oleh pendapat para fuqaha tentang radd, yang menolak radd secara mutlak dengan pernyataan bahwa kaum musliminlah yang berhak memanfaatkan sisa harta warisan yang berlebih tersebut dan diserahlkan ke baitul mal jika tidak ada ahli waris ashabah yang berpendapat demikian adalah Zaid bin Tsabit, dan minoritas fuqaha lainnya, diantaranya Urwah al Zuhry, Imam Syafi’i dan Ibnu Hazm al Zhahiry, serta fuqaha Malikiyah dan Syafi’iyah.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Ahli Waris Radd, Hukum Waris Islam
Subjek: 300 Ilmu Sosial, Sosiologi & Antropologi > 340 Hukum
Divisi: Fakultas Syari'ah > Hukum Keluarga
User Penyetor: S.I.IP AINUN NAJAH
Tanggal Disetorkan: 16 Aug 2017 04:29
Perubahan Terakhir: 16 Aug 2017 04:29
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/1304

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.